header image
MODEL KEGENTINGAN KREDIT BANK SYARIAH PADA MASA KRISIS
Nama Peneliti
Anggota Peneliti
Instansi/Jurusan : Jur. Studi Pembangunan FE
Jenis Penelitian : Penelitian Dosen Muda
Lokasi
: Indonesia
Bidang Ilmu : EKONOMI
Tahun : 2006
No Telp :
Abstract :
Studi ini bertujuan untuk menganalis faktor-faktor yang menyebabkan kegentingan kredit dalam perbankan syariah. Studi ini menggunakan dua model yakni pertama model permintaan dan penawaran kredit yang diestimasi dengan Two Stage Least Square (TSLS) dan model VAR.Varibel yang dipergunakan dalam studi ini adalah permintaan dan penawaran kredit perbankan syariah (LKRED), nisbah mudharabah (MD), indeks produksi (PI), kapasitas kredit (LKAP), kredit macet (NPF), dan nisbah pembiayaan dan deposit (FDR). Pada persamaan permintaan kredit, hubungan nisbah bagi hasil mudharabah (MD) terhadap total kredit syariah (LKREDD) menunjukkan hubungan negatif. Hal ini sesuai dengan teori. Yakni jika nisbah mudharabah meningkat maka akan menurunkan permintaan kredit syariah atau MD ==>LKREDD . Demikian halnya, yang terjadi hubungan indeks produksi (PI) yang merupakan proxy dari pertumbuhan ekonomi terhadap permintaan kredit (LKREDD), juga sesuai dengan teori. Yaitu jika indeks produksi meningkat maka permintaan terhadap kredit syariah juga akan meningkat atau PI \ ==> LKREDD . Sementara itu, pada model penawaran kredit hubungan nisbah bagi hasil mudharabah (MD) terhadap total kredit syariah (LKREDD) menunjukkan hubungan positif. Hal ini sesuai dengan teori. Yakni jika nisbah mudharabah meningkat maka akan meningkatkan penawaran kredit syariah atau MD ==> LKREDS . Berikutnya adalah hubungan kapasitas kredit terhadap penawaran kredit. Semakin tinggi kapasitas kredit yang dimiliki oleh perbankan syariah, maka semakin besar dana yang dapat disalurkan. Oleh sebab itu, hubungan antara kapasitas kredit terhadap dengan penawaran kredit adalah positif. Hasil estimasi menunjukkan kesesuaian dengan teori yakni kenaikan kapasitas kredit akan meningkatkan penawaran kredit atau KAP ==> LKREDS . Hubungan kredit macet (NPF) dengan penawaran kredit perbankan syariah adalah negatif. Semakin tinggi kredit macet akan menyebabkan penurunan penawaran kredit perbankan syariah. Hasil estimasi sesuai dengan teori ini, yakni meningkatnya kredit macet (NPF) akan menurunkan panawaran kredit perbankan syariah atau NPF ==> LKREDS . Hubungan nisbah pinjaman dan simpanan (FDR) terhadap penawaran kredit perbankan syariah adalah positif. Semakin tinggi FDR maka akan semakin meningkatkan kredit perbankan syariah. Hasil estimasi menunjukkan kesesuaiannya dengan teori, yaitu semakin tinggi FDR akan mendorong peningkatan penawaran kredit atau FDR ==> LKREDS . Berdasarkan hasil persamaan simultan itu, kegentingan kredit perbankan syariah disebabkan oleh sisi permintaan dan penawaran. Dari sisi permintaan dengan semakin tinggi nisbah mudharabah (MD) menyebabkan penurunan permintaan kredit perbankan syariah. Sementara dari sudut penawaran kredit, kredit macet (NPF) merupakan faktor utama yang dapat mengurangi penawaran kredit. Sementara dengan hasil metode VAR hanyalah menegaskan bahwa untuk perkembangan berikutnya, yang perlu diperhatikan oleh pihak-pihak yang berkompeten dalam mengembangkan perbankan syariah adalah situasi ekonomi yang kondusif seperti ditunjukkan dengan variabel indeks produksi (IP) yang sangat berpengaruh pada permintaan kredit dan semakin besarnya kapasitas kredit (KAP) yang dimiliki oleh perbankan syariah yang sangat berpengaruh pada penawaran kredit syariah
Info Komputer
 
  • CCBot/2.0 http://commoncrawl.org/faq/
  • 23.20.120.3
  • Who's Online
     
    Randomize Profile
     
    Statistik
     
    Langganan RSS