header image
Kegunaan Waktu dan Cara pemasakan untuk Meningkatkan Kualitas Lemak dan Asam Lemak Daging itik Afkir
Nama Peneliti
Anggota Peneliti
Instansi/Jurusan : Jur. Agroteknologi FP
Jenis Penelitian : Penelitian Dosen Muda
Lokasi
: Fak Pertanian UNS & LakFIP UGM
Bidang Ilmu : PERTANIAN
Tahun : 2006
No Telp :
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan air, protein kasar, lemak kasar, abu, protein terlarut, asam lemak tak jenuh, asam lemak jenuh, asam-asam lemak tak jenuh dan asam-asam lemak jenuh dengan waktu pengukusan (0, 60, 120 menit) pada daging itik afkir yang dikukus menggunakan alat kukus. Penelitian ini dilaksanakan selama tujuh bulan dari bulan April sampai Oktober 2007. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM dan Laboratorium Biokimia Nutrisi Fakultas Peternakan UGM. Pada penelitian ini digunakan 12 ekor itik afkir lokal yang diambil dari peternak yang terkontrol. Penyembelihan itik afkir dengan menggunakan metode secara Islam yaitu dzakah (Nuhriawangsa, 1999) dan pemotongan bagian-bagian karkas menggunakan metode menurut Swatland (1984). Pengukusan menggunakan alat kukus (steamer) merek Bima diameter 30 cm selama 0, 60 dan 120 menit. Sampel menggunakan daging paha atas (Soeparno, 1992) yang telah dihilangkan kulit dan lemak yang menempel pada daging. Uji daging untuk kandungan air dengan cara gravimetri, protein dengan cara Kjeldahl, abu dengan alat tanur (AOAC, 1975), protein terlarut dengan metode Lowry (Mulyadi, 1990), lemak dengan ekstraksi Soxhlet (Atkinson et al., 1972), asam lemak jenuh dan tak jenuh dan asam-asam lemak jenuh dan tak jenuh dengan kromatografi gas menurut Nollet (1996). Rancangan percobaan yang digunakan Analisis Variansi Completely Randomized Design (CRD) Pola Searah dengan faktor lama pengukusan 0, 60 dan 120 menit. Masing-masing sampel menggunakan 4 ulangan dengan jumlah sampel 12. Jika terjadi perbedaan antar rerata dianalisis dengan Dunnet's Test (Astuti, 1980). Hasil analisis menunjukkan perbedaan nyata pada kandungan air, protein kasar, protein terlarut (P<0,01), lemak kasar dan asam lemak jenuh (P<0,05) dan tidak terdapat perbedaan yang nyata pada asam lemak tak jenuh dan abu terhadap waktu pengukusan. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada asam-asam lemak tak jenuh palmitoleat, linoleat, eikosenoat, eikosadienoat (P<0,01), linolenat, terakosanoat (P<0,05), tetapi tidak terdapat perbedaan nyata pada miristoleat dan oleat. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata pada asam-asam lemak jenuh laurat, miristat, palmitat, eikosanoat dan dokosanoat tetapi terdapat perbedaan yang nyata pada stearat (P<0,01). Waktu pengukusan bertambah mengakibatkan kenaikkan kadar protein kasar, lemak kasar dan asam lemak jenuh, tetapi menurunkan kadar air dan protein terlarut. Kandungan asam lemak tak jenuh palmitoleat, linoleat dan linolenat mengalami penurunan, tetapi eikosenoat, eikosadienoat dan terakosanoat mengalami kenaikkan dengan bertambahnya waktu pengukusan. Kandungan asam lemak jenuh stearat mengalami kenaikkan dengan bertambahnya waktu pengukusan. Daging dikukus selama 120 menit mempunyai kualitas kimia lebih baik jika dilihat kandungan protein, dan asam lemaknya.
Info Komputer
 
  • CCBot/2.0 http://commoncrawl.org/faq/
  • 54.166.188.64
  • Who's Online
     
    Randomize Profile
     
    Statistik
     
    Langganan RSS