header image
Profil Pendidikan Tradisi "Nyantrik" pada "Empu" : (Studi Model Pembelajaran Informal dalam Transmisi Kemampuan Membuat Seni Kerajinan "Tosan Aji" Keris dai Surakarta)
Nama Peneliti
Anggota Peneliti
:
Instansi/Jurusan : Jur. Pend. Bahasa & Seni FKIP
Jenis Penelitian : Penelitian Dosen Muda
Lokasi
: Surakarta
Bidang Ilmu : PENDIDIKAN
Tahun : 2006
No Telp :
Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) latar belakang sejarah nyantrik (2) ruang lingkup materi pembelajaran (3) proses pembelajaran (4) cara-cara pembelajaran (5) pola-pola pembelajaran. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Surakarta, dengan teknik sampling yang bersifat purposive. Sumber data mencakup informan, tempat/peristiwa dan analisis isi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan dan arsip/dokumen, sedangkan validitas dengan triangulasi dan review informan. Teknik analisis menggunakan model interaksi. Berdasarkan atas hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) latar belakang sejarah dibentuknya cantrik didasari oleh alasan pelestarian tradisi membuat seni tosan aji keris. (2) materi yang diberikan meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Materi pembelajaran pada aspek kognitif meliputi pengetahuan tentang bentuk visual keris seperti warangka (sarung keris), pendok (sarung gandar), deder (ukiran), mendak, selut, dan wilahan (bilah keris) serta pamor (tekstur pada bilah keris). Aspek Afektif yang diberikan meliputi sikap untuk mempertahankan tradisi pembuatan keris, falsafah hidup tentang kesederhanaan, keteguhan hati, serta memohon bimbingan Tuhan untuk diberikan keselamatan. Materi pembelajaran pada aspek psikomotor meliputi ketrampilan penempaan dan pembentukan. (3) proses pembelajaran yang diberikan oleh empu kepada cantriknya diberikan bersifat secara terbuka. Proses Pembelajaran dibagi dalam tahap awal, tengah dan akhir. Pada tahap awal, para cantrik diberikan materi dasar tentang pengetahuan bentuk-bentuk keris terdahulu. Pada tahap tengah mempelajari tentang pencampuran bahan, pemanasan bahan, dan penempaan. Sedangkan pada tahap akhir yaitu membentuk dan menghias. (4) metode yang digunakan dalam pembelajaran model nyantrik membuat keris meliputi ceramah, demonstrasi dan penugasan, hukuman dan penghargaan. (5) pola kecenderungan pembelajaran yang terjadi lebih bersifat demokratis yaitu percampuran antara pola otoriter dan pola permisif. Pola pembelajaran otoriter terlihat pada saat empu menekankan sikap-sikap kepatuhan dan ketaatan dalam mempelajari dasar teknis pembuatan keris pakem. Sedangkan pola permisif terlihat pada kebebasan cantrik dalam melakukan eksplorasi setelah menguasai ketrampilan teknis pembuatan keris pakem.
Info Komputer
 
  • CCBot/2.0 http://commoncrawl.org/faq/
  • 54.166.188.64
  • Who's Online
     
    Randomize Profile
     
    Statistik
     
    Langganan RSS