header image
ASPEK-ASPEK SOSIO-HISTORIS DAN KULTURALKOMUNITAS KALANG: KAJIAN TERHADAP SUB-KULTURAL
Nama Peneliti
Anggota Peneliti
Instansi/Jurusan :
Jenis Penelitian : APID
Lokasi
: 0
Bidang Ilmu :
Tahun : 2009
No Telp :
Abstract :
Komunitas Kalang mempunyai sejarah panjang di Jawa. Meskipun masih menimbulkan teka-teki historiografis, istilah kalang cukup dikenal luas masyarakat Jawa. Kalang dianggap sebagai kelompok suku (volkstam) yang sebelumnya hidup mengembara di hutan. Sejak abad ke-16 sebagian dari mereka tinggal menetap dan mempunyai posisi sosial yang khusus dalam masyarakat. Penelitian ini mengkaji golongan sosial mana yang dapat disebut kelompok Kalang, mengkaji berbagai versi cerita rakyat tentang Kalang, mengkaji proses persebaran kaum Kalang di Jawa, dan mengkaji hubungan antara penguasa dan kaum Kalang dalam lintasan sejarah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, dengan memanfaatkan sumber-sumber sezaman yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, istilah kalang digunakan untuk menyebut nama suku bangsa dan golongan sosial. Kalang adalah kelompok masyarakat yang di satu sisi dianggap kaum pinggiran yang hina, di sisi lain selalu dimanfaatkan oleh para penguasa. Kalang selalu dihubungkan dengan keahlian menebang kayu di hutan dan keahlian pertukangan lainnya. Kedua, folklore yang berkaitan dengan asal usul dan kedudukan orang kalang cukup banyak versinya. Namun inti cerita rakyat itu hampir sama, yakni menceritakan asal usul kalang dan pengembaraan mereka di hutan. Mereka disamakan dengan orang "pinggir" dan "gajah mati", atau kelas candala dalam kasta Hindu. Ketiga, kalang adalah kelompok diaspora yang berpindah-pindah sebelum akhirnya tinggal menetap di suatu tempat ataupun di ibukota kerajaan. Profesi merekapun juga semakin variatif, tidak hanya terbatas pada pekerjaan yang berkaitan dengan hutan/kayu. Keempat, Kalang selalu dimanfaatkan oleh para penguasa zaman dulu untuk berbagai keperluan. Meskipun demikian, hubungan kalang dan penguasa tidak selalu terikat dalam hubungan pertuanan, kecuali mereka yang telah menjadi abdidalem dan tinggal di ibukota kerajaan.
Info Komputer
 
  • CCBot/2.0 http://commoncrawl.org/faq/
  • 107.22.126.144
  • Who's Online
     
    Randomize Profile
     
    Statistik
     
    Langganan RSS