header image
Rekayasa Balik Produk Grinding ball Impor Untuk Swasembada Kebutuhan Grinding ball Pada Industri Semen di Indonesia
Nama Peneliti
Anggota Peneliti
Instansi/Jurusan : Jur. Pend. Teknik & Kejuruan FKIP
Jenis Penelitian : Penelitian Hibah Bersain
Lokasi
:
Bidang Ilmu : TEKNOLOGI
Tahun : 2009
No Telp :
Abstract :
Kenaikan biaya produksi semen akibat kenaikan TDL dan BBM harus dapat diantisipasi dengan mengurangi ketergantungan terhadap komponen import, seperti ball mill. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ball mill import yang digunakan oleh pabrik semen di Indonesia. Bahan yang digunakan adalah ball mill import di PT. Semen Holcim, Tbk dari 2 merk berbeda, yaitu merk A ( 40 mm) dan merk B ( 60 mm). Karakterisasi grinding ball import dilakukan dengan pengamatan visual, uji komposisi kimia, uji distribusi kekerasan dan foto struktur mikro. Secara visual terlihat bahwa grinding ball mill import memiliki permukaan kasar, hasil potongan bewarna keputihan dan terdapat retakan-retakan kecil pada semua specimen. Hasil uji komposisi kimia menunjukkan bahwa ball mill import 40 mm mengandung 2,08% C, 11,608% Cr, sedangkan 60 mm mengandung 2,08% C, 16,58% Cr, termasuk dalam kelompok martensitic white cast iron ASTM A532 Class II Type A dan B. Hasil uji distribusi kekerasan mikro dan makro menunjukkan bagian permukaan lebih keras dibandingkan bagian pusat dengan nilai kekerasan tertinggi 781,9 kg/mm2 ( 40 mm) dan 975,4 kg/mm2 ( 60 mm) sedangkan nilai kekerasan terendah 542 kg/mm2 ( 40 mm) dan 561 kg/mm2 ( 60 mm). Hasil pengamatan foto struktur mikro menunjukkan bahwa struktur terdiri dari perlit, sementit dan martensit.
Info Komputer
 
  • CCBot/2.0 http://commoncrawl.org/faq/
  • 54.156.47.142
  • Who's Online
     
    Randomize Profile
     
    Statistik
     
    Langganan RSS