header image
Delignifikasi Enceng Gondok dengan Proses Organosolv
Nama Peneliti
Anggota Peneliti
Instansi/Jurusan : Jur. Teknik Kimia FT
Jenis Penelitian : Penelitian Dosen Muda
Lokasi
: Lab Tekni Kimia
Bidang Ilmu : TEKNOLOGI
Tahun : 2006
No Telp :
Abstract :
GULMA air enceng gondok (Eichhoornia crassipes) umumnya terdapat hampir di semua perairan umum di Indonesia juga di waduk-waduk. Gulma air tersebut berkembang lebih cepat terutama bila kondisi lingkungannya sangat mendukung, seperti airnya mengandung limbah. Walaupun enceng gondok ternyata juga mempunyai beberapa manfaat antara lain sebagai bahan untuk kerajinan, sebagai adsorben logam yang berbahaya dan juga sebagai pakan ternak, namun sampai sekarang enceng gondok tetap dianggap sebagai tanaman pengganggu. Oleh karena itu banyak upaya dilakukan untuk memberantasnya walaupun amat sulit karena pertumbuhannya yang amat cepat. Enceng gondok sebenarnya mengandung lignoselulosa, sedangkan selulosa merupakan bahan untuk pembuatan kertas, selain itu, dengan kandungan selulosanya, enceng gondok bisa juga digunakan sebagai bahan pembuatan bioetanol yang sekarang ini amat diperlukan untuk mengatasi berkurangnya produksi minyak dunia. Pada proses pembuatan kertas maupun bioetanol dari bahan berselulosa ada tahap yang harus dilakukan yaitu pemisahan senyawa lignin yang terkandung di dalamnya sehingga diperoleh selulosanya. Metode delignifikasi kimia yang biasa digunakan di pabrik kertas adalah proses kraft. Dari proses ini dihasilkan limbah dengan bau yang menyengat dan sukar terdegradasi.Ada beberapa alternatif untuk menggantikan bahan kimia yang digunakan untuk delignifikasi dengan bahan yang mudah terdegradasi antara lain adalah dengan pelarut organik atau yang disebut proses organosolv. Penelitian ini mempelajari tentang proses organosolv pada delignifikasi enceng gondok. Pada penelitian ini, mula-mula 150 ml larutan pemasak dan katalis asam sulfat dengan konsentrasi tertentu dimasukkan dalam labu leher tiga yang dilengkapi dengan pendingin balik dan pengaduk merkuri. Selanjutnya dipanaskan hingga suhu tertentu. Batang enceng gondok yang sudah kering dan dipotong-potong dengan berat tertentu dimasukkan ke dalam labu. Selama proses dilakukan pengadukan dengan kecepatan 900 rpm. Sampel diambil setelah waktu pemasakan tertentu. Percobaan ini diulangi untuk variasi jenis larutan pemasak maupun konsentrasi katalis yang digunakan. Perbandingan berat sampel dan volume larutan pemasak 1gram : 10 ml. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kondisi optimum proses delignifikasi dengan menggunakan larutan pemasak etanol 40 % pada pH larutan 2 dan waktu pemasakan 2 jam dengna kadar ? selulosa 69 % , untuk larutan pemasak asam asetat 50 % pada penambahan katalis 20 ml dan waktu pemasakan juga 2 jam dan kadar ? selulosa 50%. Kata kunci : Enceng Gondok, delignifikasi, organosolv
Info Komputer
 
  • CCBot/2.0 http://commoncrawl.org/faq/
  • 54.90.92.204
  • Who's Online
     
    Randomize Profile
     
    Statistik
     
    Langganan RSS