header image
UJI POTENSI PENGHAMBATAN MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMU GLENYEH ( Curcuma soloensis Vahl. ) TERHADAP PENYAKIT
Nama Peneliti
Anggota Peneliti
:
Instansi/Jurusan : Jur. Pend. IPA FKIP
Jenis Penelitian : Penelitian Dosen Muda
Lokasi
:
Bidang Ilmu : MIPA
Tahun : 2006
No Telp :
Abstract :
Tanaman stroberi merupakan salah satu tanaman buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) yang paling mengganggu pada budidaya stroberi di daerah Tawangmangu adalah kelompok penyakit yang diakibatkan oleh jamur. Kehilangan hasil akibat serangan jamur pada saat prapanen diperkirakan sebesar 30-35 %, sedangkan pada saat pascapanen diperkirakan sebesar 10-20 %. Dengan demikian kehilangan keseluruhan akibat serangan jamur dapat mencapai 40-55%. Salah satu jenis pestisida nabati yang akan diteliti untuk memberantas penyakit akibat serangan jamur pada tanaman stroberi di daerah Tawangmangu adalah minyak atsiri rimpang temu glenyeh (Curcuma soloensis Val.), yang didasarkan pada penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa minyak atsiri rimpang temu glenyeh : (1). pada konsentrasi 0,5 % v/v mampu menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum, Candida albicans dan Coriolus versicolor, (Sri Retno Dwi Ariani dkk., 2004). Sampel adalah (1) rimpang temu glenyeh dari Karanganyar Jawa Tengah dan (2) tanaman stroberi yang terserang jamur pada daun dan buahnya dari kebun stroberi milik Kelompok Tani Sekar Jingga di daerah Kalisoro Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimen yang berlokasi di Lab. Kimia P.MIPA FKIP UNS dan Sub Lab Biologi Lab. Sentral UNS. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik persiapan sampel, isolasi dan identifikasi jamur yang menyerang tanaman stroberi, isolasi minyak atsiri rimpang temu glenyeh, uji aktifitas minyak atsiri terhadap pertumbuhan jamur yang menyerang tanaman stroberi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) jenis jamur yang menyerang daun stroberi di daerah Tawangmangu adalah mucor sp, (2) tidak ada jamur yang menyerang buah stroberi di daerah Tawangmangu, kerusakan lebih disebabkan oleh air hujan, bukan jamur, (3) pada konsentrasi range 0,00 sampai 2,00, minyak atsiri temu glenyeh belum mampu menghambat pertumbuhan jamur pada daun di daerah Tawangmangu, dan (4) pemanfaatan minyak atsiri rimpang temu glenyeh lebih dari 2%, secara ekonomis kurang menguntungkan, sehingga peneliti tidak menyarankan pemanfaatan minyak atsiri tersebut seandainya secara ilmiah terbukti pada konsentrasi lebih dari 2% minyak atsiri rimpang temu glenyeh dapat menghambat pertumbuhan jamur mucor sp pada tanaman stroberi di daerah Tawangmangu. Kata Kunci : Stroberi, rimpang temu glenyeh, minyak atsiri, mucor sp
Info Komputer
 
  • CCBot/2.0 http://commoncrawl.org/faq/
  • 54.80.137.168
  • Who's Online
     
    Randomize Profile
     
    Statistik
     
    Langganan RSS